Logo TimlyTimly

Cara Menghitung Potongan Keterlambatan Karyawan (dengan Contoh)

Rumus potongan telat per menit, contoh perhitungan gaji Rp4,5 juta, tiga metode denda, dan cara menghindari sengketa dengan karyawan.

Oleh Tim Timly · · 3 menit baca

Keterlambatan adalah masalah yang paling sering muncul di toko, kafe, dan kantor kecil. Tanpa aturan yang jelas, potongan gaji mudah memicu perselisihan. Artikel ini menjelaskan cara menghitung potongan telat secara adil, lengkap dengan contoh angka.

Mulai dari aturan tertulis

Sebelum menghitung, pastikan kebijakan keterlambatan sudah tertulis dan diketahui karyawan, misalnya dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan. Pemotongan upah diatur dalam peraturan pengupahan (PP 36/2021 tentang Pengupahan). Prinsip umumnya: pemotongan hanya untuk hal yang memang diatur, dan totalnya dibatasi agar karyawan tetap menerima sebagian besar upahnya. Periksa versi terbaru peraturan atau konsultasikan dengan ahli sebelum menerapkannya.

Tiga cara menghitung potongan telat

1. Potongan pro rata per menit

Paling adil karena sebanding dengan waktu kerja yang hilang. Rumusnya:

Contoh: gaji pokok Rp4.500.000 dengan 26 hari kerja per bulan. Gaji per hari = Rp173.077. Gaji per menit = Rp360,58. Jika dalam satu periode karyawan telat total 60 menit, potongannya Rp21.635, dibulatkan menjadi Rp21.600.

2. Denda tetap per kejadian

Misalnya Rp10.000 setiap kali telat. Mudah dipahami, tetapi tidak membedakan telat 2 menit dengan telat 45 menit, sehingga sering dianggap tidak adil.

3. Denda bertingkat

Misalnya telat 1 sampai 15 menit hanya dicatat, telat 16 sampai 60 menit dipotong pro rata, dan telat lebih dari 60 menit dihitung setengah hari. Cocok jika Anda ingin memberi toleransi singkat.

MetodeKelebihanKekurangan
Pro rata per menitAdil dan mudah dibela jika ada sengketaPerlu pencatatan menit yang akurat
Denda tetapSederhanaTidak sebanding dengan lamanya telat
Denda bertingkatAda toleransi, tegas untuk telat beratAturan lebih panjang untuk dijelaskan

Tentukan toleransi dan batas tindakan

Kesalahan yang sering terjadi

Cara melakukannya di Timly

Timly mencatat telat dalam menit dari jam mulai shift saat karyawan check in dengan GPS, lalu menghitung potongan pro rata per menit pada draft slip gaji. Anda bisa melihat rinciannya di slip, menambah pengecualian sebagai komponen manual, dan mengaktifkan peringatan serta SP otomatis. Pelajari juga payroll otomatis Timly.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah potongan telat boleh sebesar apa saja?

Tidak. Besarnya harus wajar, diatur tertulis, dan tunduk pada batas pemotongan upah dalam peraturan. Konsultasikan angka denda dengan ahli.

Lebih baik pro rata atau denda tetap?

Pro rata umumnya lebih adil dan lebih mudah dibela jika terjadi sengketa, karena sebanding dengan waktu kerja yang hilang.

Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan bukan nasihat hukum atau pajak. Aturan ketenagakerjaan dapat berubah, jadi periksa peraturan terbaru atau konsultasikan dengan ahli sebelum menerapkannya.

Hitung otomatis dengan Timly

Absensi GPS, shift, cuti, lembur, dan slip gaji dalam satu aplikasi. Coba gratis 7 hari.

Daftar gratis

Baca juga